Kamis, 29 November 2018

FILSAFAT PENDIDIKAN 27/11/2018

Ismaul Amalia, 15120007, 7A

Ilmu, Realitas, Rasa dan Perbedaan


Pada tanggal 27 November 2018 mata kuliah filsafat pendidikan di kelas B. Bapak Moh.Aniq KHB menjelaskan tentang ilmu, realitas, rasa dan perbedaan. Pengertian dari rasa sendiri ialah sesuatu yang tidak terlihat tapi diyakini keberadaanya. Dapat berpengaruh terhadap semuanya. Contoh: jika ada tamu jangan sampai tamu tersebut menunggu lama, kita harus segera memberinya jamuan. Contoh lain seperti ada beberapa orang yang sedang menuntut ilmu pasti hasilnya akan beragam sebagian ada yang pintar dan sebagaian ada yang kurang pintar, nah itulah perbedaan. Kita juga dapat membedakan antara baik dan buruk.

Kita sebagai manusia harus melakukan sesuatu sesuai kemampuannya. Walaupun hanya sesuai dengan kemampuan kita, bukan berarti tidak ada keseriusan. Prinsip / principle/ principal adalah suatu kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang/ kelompok sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. Penciptaan awal itu tidak bisa dibohongi. Contoh: jika orang lain tidak memperingati maulid nabi kamu tidak perlu memaksa mereka untuk memperingati. Dan jika kamu memperingati hari maulid nabi tidak perlu juga memaksa mereka yang tidak memeperingati. Kita harus saling toleransi.
Dalam perbedaan itu harus ada toleransi/mengerti satu sama lain. Belajar apapun tidak seharusnya memutlakan apa yang menjadi pendapat kita. Contoh: Fakultatif belum tentu universal, tetapi jika universal bisa jadi memuat fakultatif.
Ilmu adalah pengetahuan tentang suatu dengan metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan hal-hal tertentu dalam pengetahuan atau kepandaian tentang soal duniawi, akhirat, lahir, batin, dsb. Ilmu itu realitas, ejawantah/manifestasi tanpa batas. Lebih jelasnya lagi ilmu ada karena realitas, realitas melahirkan ilmu lagi dan kembali lagi pada ilmu yang melahirkan realitas atau hasil pemikiran. Tidak semua realitas bisa dipahami sehingga membuat kita berpikir bagaimana mencari tahu agar kita bisa memahami itu juga disebut ilmu. Ilmu pun dibagi menjadi beberapa bagian yang pada intinya akan kembali ke ilmu lagi. Contoh seperti dalam agama kita percaya adanya Tuhan tapi kita meyakininya ada walaupun realitasnya kita tidak tahu dimana keberadaannya. Dan contoh lainnya kita melihat seseorang yang badannya penuh dengan tato, kita pasti berpikiran buruk terhadapnya. Meskipun masa lalunya memang sebagai preman dan pembunuh bayaran. Tetapi sekarang  realitasnya seseorang bertato itu sering mengikuti majelis-majelis keagamaan. Kita bisa menganggap seperti itu tapi realitasnya atau kenyataannya berbeda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar